ERic BuDi Headline Animator

Rabu, 21 Januari 2009

KESAKSIAN MANTAN KETUA TIM PEMBURU HANTU

Pada suatu hari di bulan Februari 2007 yang lalu seorang teman mengikuti sebuah persekutuan doa di Surabaya। Dalam acara itu ternyata ada pembicara tamu yang memberikan kesaksian. Dia adalah bapak Mahrus, seorang mantan Ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah) suatu front yang sangat terkenal di negeri ini, juga mantan Ketua Tim Pemburu Hantu di sebuah stasiun TV Swasta.

Pada suatu hari di akhir tahun 2005 bapak Mahrus diminta seorang pejabat di Jatim untuk mendapatkan bunga kencono wungu (?) yang dipercaya dapat mendatangkan kesaktian luar biasa sehingga bisa hidup selama-lamanya. Ketika ia melakukan tapa (semedi/meditasi) , ia kaget sekali karena melihat sebuah lengan terulur dari samping tubuhnya dan di tangan itu terdapat sebuah roti. Terdengar suara, "Inilah yang engkau cari…" Tiga kali hal itu terjadi, namun bapak Mahrus tak menanggapi, karena bukan itu yang ia cari. Ia sangat heran, tangan siapakah yang terulur tadi? Apa maksud roti di tangan itu?

Pada malam harinya bapak Mahrus didatangi sesosok tubuh yang pernah ia lihat fotonya di dalam buku atau majalah kekristenan. Ya, malam itu ia didatangi Isa Al-Masih. Tangan-Nya terulur, berisi roti, dan Ia mengatakan, "Inilah yang engkau cari…" Bapak Mahrus ragu-ragu, namun Tuhan Yesus memaksa memasukkan roti itu ke dalam mulutnya. Sejak saat itu ia mendapatkan damai sejahtera yang melampaui segala akal. Sosok Isa itu telah pergi, namun apa yang dirasakan bapak Mahrus tak dapat pergi. Sejak saat itu dia ingin tahu, roti apa yang ia telah telan.

Ia segera mendatangi sebuah gereja besar di Surabaya, namun karena mereka tahu dari penampilan wajah bapak Mahrus yang keturunan Arab ini dan mereka tahu bahwa beliau ini adalah Ketua DPD suatu ormas terkenal, maka tak ada hamba Tuhan di situ yang berani melayani bapak Mahrus. Namun seorang pengerja di situ memberi nama seorang hamba Tuhan yang tidak terkait dengan gereja apapun. Kepada hamba Tuhan ini bapak Mahrus bersoal jawab tentang kekristenan dan akhirnya ia minta dilayani pelayanan pelepasan. Sebelumnya bapak Mahrus adalah seorang yang memiliki "ilmu" bermacam-macam, memiliki banyak jin penolong dan memiliki ilmu kekebalan tubuh. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, semua ilmu itu dilepaskan, hubungan dengan kuasa-kuasa lain dilepaskan. Ia menerima kelahiran kembali dalam roh dan hatinya. Ia menjadi ciptaan baru di dalam Kristus, kehidupan yang lama telah berlalu, sesungguhnya kehidupan yang baru sudah datang.

Setelah mendapatkan penjelasan dari hamba Tuhan ini ia sekarang mengerti apa yang sebenarnya ia cari. Dari penjelasan itu ia tahu apa yang telah ia makan. "Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya," (Yohanes 6 : 51). Bapak Mahrus telah memakan roti hidup itu.

Ketika kisah tentang hal ini diceritakan kepada isterinya, sang isteri hanya berkata, "Umi sih terserah Abi saja!" Jadilah, satu keluarga ini percaya dan menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Nah, mulailah persoalan berdatangan. Seperti kita ketahui, seseorang yang murtad dari agama sebelumnya, maka darah orang itu halal untuk dicurahkan. Pada suatu hari rumah bapak Mahrus di Surabaya dikepung puluhan anggota dari ormas ini. Hukuman mati telah dijatuhkan oleh pimpinannya. Bagaimana keluarga Bapak Mahrus dapat luput dari kepungan pasukan yang dilengkapi berbagai senjata tajam ini? Pada saat itu semua ilmu kekebalan tubuh bapak Mahrus telah dilepaskan dan ia sepenuhnya bersandar pada perlindungan Bapa Sorgawi. Secara luar biasa dan penuh mukjizat bapak Mahrus dan keluarganya diloloskan oleh pertolongan Bapa Yang Mahakuasa, Pencipta Langit dan Bumi. Ia tidak mengerti betapa tak terduga dalamnya hikmat Bapa Sorgawi itu. Hikmat-Nya melebihi hikmat manusia. Puluhan orang itu tidak dapat menangkap atau mencederai bapak Mahrus, tanpa seizin Pencipta Langit dan Bumi.

Kehidupan beliau saat ini sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan dirinya lagi. Ia hidup oleh anugerah Tuhan semata-mata. Oleh karena kasih karunia Tuhan bapak Mahrus telah diselamatkan oleh iman. Ia telah mendapatkan apa yang ia cari. Itulah roti kehidupan. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.

Diposting oleh : Erick budi


Read More..

Perjuangan Melawan Kanker Ovarium

 
 

Tuhan telah menyelamatkan hidup saya dari renggutan maut kanker ovarium yang ganas. Biarlah kesaksian ini membawa berkat bagi mereka yang membacanya.

Pada waktu saya belum menikah, saya mengalami beberapa kali keputihan, mengganggu sekali karena rasanya gatal. Setiap keputihan saya ke dokter dan diberi obat. Namun bulan November 1989 saya mengalami pendarahan. Saya cukup terkejut dan kemudian saya mencari dokter spesialis kandungan dan penyakit dalam untuk berobat. Para dokter tersebut mengambil kesimpulan bahwa saya hanya mengalami gangguan hormon. Suatu sore, ketika saya sehabis periksa dari dokter kandungan, saya merasakan tubuh saya sangat lemas karena darah segar yang keluar banyak sekali, sampai bergumpal-gumpal. Saya pergi ke dokter ahli kandungan yang lain. Di sana saya langsung diberi transfusi darah karena HB saya tinggal 9 dan saya diharuskan opname.

Satu minggu saya di rumah sakit, para dokter tidak menemukan adanya suatu penyakit yang serius.
Sekeluarnya dari rumah sakit, saya masih mengalami flek-flek, sampai kemudian pendarahan lagi. Kali ini saya berobat ke ahli kandungan di Jakarta. Setelah saya dirawat selama 1 bulan, saya kembali ke Balikpapan dengan masih terus berobat. Saya diberi terapi sinar/dipanasi di bagian perut selama 6 bulan, tetapi ternyata pengobatan ini tidak menolong karena pendarahan jalan terus. Saya lalu kembali lagi ke Jakarta berobat ke dokter ahli kandungan yang lainnya dan dirawat di sana. Namun pendarahan belum juga berhenti. Saya telah beberapa kali ganti dokter ahli kandungan untuk mencari alternatif, akhirnya salah seorang dokter kandungan
menyatakan bahwa ada myoma dalam kandungan.

Saya diberi kesempatan untuk berpikir apakah mau dioperasi atau tidak. Karena ingin mengetahui lebih jelas tentang penyakit ini, maka saya mencari bacaan dan buku-buku mengenai myoma, dan dokter juga memberikan kepada saya beberapa bacaan tentang myoma. Akhirnya saya mengambil keputusan siap untuk dioperasi. Ketika itu saya belum menikah, masih perawan, sehingga dokter menawarkan untuk dikuret melalui bawah agar kandungan tidak rusak. Ini adalah suatu keputusan yang sulit buat saya, tetapi oleh pertolongan Tuhan saya menyetujuinya.
Namun tidak disangka, jaringan dari hasil kuret yang kemudian diperiksa di Lab. Pathology Analysis, hasilnya adalah kanker Ovarium Stadium-3 dan 4!

Ketika mendegar hasil lab tersebut, saya bagaikan disambar petir di pagi hari, saya rasa bagaikan langit runtuh, saya memandang masa depan tanpaharapan tetapi saudara/i saya memberi dukungan yang sangat besar, mereka memberikan kasih sayang yang sangat besar. Ada beberapa pendeta datang bergantian membacakan Firman Allah. Di hari Sabtu kamar saya sangat penuh dengan para pengunjung dari Jemaat Kayu putih dan Jemaat Depok Jaya dimana kakak-kakak saya bergereja. Banyak teman-teman yang memberi dukungan baik melalui kunjungan maupun telepon dari jarak jauh. Kami kakak beradik sepakat untuk tidak memberitahukan orang tua tetapi hubungan antara anak dan orang tua sangat kuat, tiba-tiba sebelum operasi kedua, papa saya muncul. Karena perhatian dan kasih sayang mereka menguatkan saya untuk menghadapi cobaan yang sangat besar menurut ukuran saya pada saat itu. Saya berkesimpulan jikalau mereka begitu mengasihi dan memperhatikan saya apalagi Tuhan yang menciptakan dan memiliki saya.

Saya harus segera dioperasi untuk diangkat kedua indung telur dan kandungan lalu di kemoterapi 6 seri dengan segala resiko kepala gundul dan beberapa efek samping dari kemoterapi. Setelah dioperasi, fisik saya sangat lemah, saya mengalami demam, panas tinggi, perut saya bengkak, 3 hari 3 malam tidak buang angin (kentut). Setelah fisik saya agak kuat kembali saya di kemoterapi seri 1. Setelah terapi tersebut, fisik saya benar-benar sangat lemah, saya muntah terus menerus tanpa henti. Saya merasakan panas yang amat sangat disekujur badan saya, seperti terbakar api
dimana-mana. Saya taruh es di ketiak, tangan, mulut saya sangat kepanasan. Rambut saya rontok alias botak, semua daging di seluruh tubuh rasanya sakit.

Saya hampir-hampir tidak kuat menahan rasa sakit ini. Selama sakit, saya berdoa Tuhan jika Engkau menghendaki biarlah saya cepat meninggal daripada selama saya menderita kesakitan saya menyangkal atau menghujat Tuhan. Seringkali saya bernyanyi dalam hati memuji Tuhan sambil menangis karena sara sakit yang tidak tertahankan. Ketika saya gundul, emosi saya sangat berfluktuasi pernah saya menangis satu harian sejadi-jadinya, saya sendiri tidak mengerti suasana hati saya tetapi akhirnya saya kembali berserah kepada Tuhan. Saya kemudian mencoba mengingat siapa yang sakit hati kepada saya, apa yang harus saya bereskan agar hidup saya segera berakhir. Tetapi rupanya rencana saya bukanlah rencana Tuhan. Tuhan masih menginginkan saya hidup.

Saya bersyukur karena di gereja (Masehi Advent Hari Ketujuh) diajarkan pola hidup sehat, baik dalam hal makanan, minuman, cukup sinar matahari, udara, dsb. Sebelum saya sakit, saya sudah membiasakan diri dengan minum banyak air putih, minum juice dan makan sayur-sayuran serta buah-buahan segar. Pola hidup ini tetap saya lakukan selama perawatan, terlebih pada masa kemoterapi, saya berusaha berusaha makan lalapan walaupun sangat sulit masuk di tenggorokan. Semua yang masuk mulut saya terasa pahit, saya muntah, tetapi saya selalu berusaha memakannya. Saya tidak mau makan vitamin atau tablet penambah darah dari dokter, saya lebih percaya pada yang alamiah, seperti yang diajarkan Alkitab. Ketika saya kurang darah saya disuruh makan hati atau tranfusi tetapi saya minta dokter untuk ditunda beberapa hari sambil saya minum jus wortel 2/3 gelas dan bit 1/3 gelas untuk menambah darah. Jenis makanan alamiah ini sangat membantu kesehatan saya. Ketika saya sudah bisa bergerak saya selalu berjalan keliling rumah sakit dan berjemur sinar matahari meskipun masih memakai kateter.

Demikianlah ahirnya kemoterapi seri 2 dilakukan sampai kepada seri-6 yang berakhir pada bulan Desember 1991. Setelah seri-6 saya dioperasi kembali untuk mencek apakah kankernya sudah bersih atau belum. Bulan Januari 1992 saya dinyatakan bersih dari kanker. Dan Puji Tuhan tidak ada organ tubuh saya yang lain yang rusak oleh obat kemoterapi. Saya percaya ini kuasa Tuhan semata dan berkat cara hidup yang dianjurkan Tuhan melalu hambanya Ny White. Yang terutama dari semua adalah berdoa dan berserah kepada Tuhan. Gembiralah walaupun dalam keadaan yang sangat sakit sekalipun karena hati yang gembira adalah obat yang menyembuhkan.

Setelah semua peristiwa diatas terjadi saya mengambil keputusan untuk tidak menikah tetapi sekali lagi rencana saya bukanlah rencana Tuhan karena pada tanggal 2 Juni 1996 saya menikah. Saya ingin membagi pengalaman bagi yang mengalami perjalanan hidup seperti saya bahwa hubungan suami istri
tidak ada masalah, yang penting suami dan orang tuanya mau menerima anak
angkat/cucu angkat. Setelah 6 bulan pernikahan kami, kami mengadopsi seorang anak perempuan. Semua ini adalah pemberian Tuhan bagi kami. Orang tua dan saudara-saudara suami saya menyayangi dan memperlakukan anak kami seperti cucu dan keponakan mereka yang asli. Kiranya pengalaman hidup saya ini dapat berguna bagi Saudara/i.


 

Oleh Agustina Lurekke Wilar
Jemaat Agape, Balikpapan

Read More..

Berkat dari kerusuhan

Berkat dari Kerusuhan

Jemmy berasal dari keluarga yang tidak mengenal Tuhan. Ayahnya adalah seorang pengusaha sukses di Medan yang kemudian jatuh miskin karena ditipu karyawannya sendiri. Saat itu Jemmy masih duduk di bangku kelas dua Sekolah Dasar. Kondisi ekonomi yang sulit membuat ayah Jemmy membawa seluruh keluarganya ke Jakarta. Di sana mereka tinggal di sebuah garasi milik teman ayah Jemmy.

Selama bertahun-tahun utang melilit keluarga Jemmy. Tinggal di sebuah garasi menjadi suatu pengalaman pahit yang tak terlupakan bagi Jemmy. Bahkan Jemmy sendiri pun harus bekerja keras untuk membiayai kuliahnya. Namun kesulitan yang harus Jemmy hadapi di dalam keluarganya tidak membuatnya menjadi mundur, melainkan membuat Jemmy mempunyai satu tekad untuk keluar dari masalah ekonomi itu.

Pada tahun 1984 Jemmy menikah dengan Ninawati. Setelah 10 tahun, kerja keras Jemmy dan Ninawati terbayar. Usaha Chic's Music yang mereka rintis mulai berkembang. Bertahun-tahun Jemmy berjuang untuk lepas dari lingkaran kemiskinan. Saat usaha mulai berkembang, sebuah kerusuhan mengancam usahanya.

Sabtu, 27 Juli 1996

Ketakutan melanda kota Jakarta. Konflik kekuasaan terhadap dua kubu politik pecah. Korban pun berjatuhan. Tak sedikit dari mereka adalah warga sipil. Jemmy Suhadi adalah salah satu di antaranya.

Beberapa hari sebelummya Jemmy memang sudah mendengar akan ada penyerangan ke kantor PDI, kantor yang hanya berjarak 1 km dari toko alat musik Jemmy. Tapi Jemmy hanya menanggapinya dengan biasa karena ia tidak menyangka kalau keadaannya akan separah itu karena memang belum pernah terjadi kerusuhan apalagi sampai terjadi peristiwa pembakaran.

Pada saat itu toko Jemmy sedang mendapat order yang banyak karena sebagaimana lazimnya setiap tahun, menjelang tanggal 17 Agustus, pembeli di toko Jemmy pasti sangat ramai dikunjungi orang. Biasanya mereka membutuhkan alat band maupun sound system yang akan dipakai di perayaan-perayaan 17-an. Waktu itu Jemmy juga mendapat order yang besar sehingga pada waktu kejadian, Jemmy sedang mengumpulkan barang-barang yang akan ia kirim ke pembelinya.

Pukul 1 siang Jemmy sudah mulai menyuruh sebagian karyawannya pulang terutama wanita sampai tinggal sembilan orang yang masih bekerja di toko itu. Pukul 5 sore, massa mulai berpencar. Mereka mulai bergerak ke arah pertokoan. Dengan membabi buta mereka mulai merusak beberapa bangunan. Karyawan Jemmy pun mulai panik. Ditambah lagi keadaan yang gelap gulita karena lampu sudah mati sejak pukul 4 sore. Massa sudah sangat banyak dan bergerak semakin dekat ke toko Jemmy. Dengan cepat Jemmy menyuruh karyawannya untuk menutup pintu besi tokonya dan segera mencari tempat perlindungan. Ruko di sebelah toko Jemmy pun sudah dijarah. Keadaan sudah semakin gawat.

Jam 5 sore massa sudah membakar toko di ujung jalan, sederetan dengan toko Jemmy. Pada waktu itu Jemmy dan seluruh karyawannya sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Dengan penuh ketakutan dan kepanikan, Jemmy bersembunyi di dalam ruko yang gelap total karena lampu yang sudah padam. Mereka hanya dapat mendengar teriakan massa yang histeris, "Bakar!! Bakar!! Bunuh!! Bongkar!!". Teriakan-teriakan itu semakin membuat Jemmy dan seluruh karyawannya ketakutan. Stres pun melanda mereka karena mereka sudah tidak tahu lagi apa yang seharusnya mereka perbuat.

Amukan massa di depan toko Jemmy pun terdengar semakin tidak terkendali. Malam kian mencekam saat massa mulai menerobos masuk ke dalam toko. Hati Jemmy tergerak untuk berdoa.

"Saya hanya minta satu hal kepada Tuhan: jangan sampai satu pun di antara kami yang mati."

Tiba-tiba Jemmy seperti mendapatkan suatu hikmat. Dengan segera ia meminta seluruh karyawannya untuk naik ke atap dan berusaha untuk keluar dari plafon. Tepat pada saatnya mereka semua dapat keluar dari toko tanpa kekurangan sesuatu apapun karena kira-kira pada pukul 8 malam, toko Jemmy sudah dijebol, habis dijarah dan dibakar orang.

Sabtu kelabu, 27 Juli 1996, usaha dan seluruh impian Jemmy habis dijarah dan dibakar massa. Yang tersisa hanyalah utang, kesedihan dan trauma yang mendalam. Akankah pengalaman pahitnya di masa kecil akan kembali terulang?

Bangkit Dari Keterpurukan
Secara jujur Jemmy mengakui kalau ia tidak dapat menerima keadaan itu. Selama tujuh tahun Jemmy merintis usaha dari nol, dan hanya dalam satu malam semuanya habis lenyap begitu saja. Jemmy mengalami kerugian kurang lebih 1 milyar akibat kerusuhan itu. Sekalipun ia harus menjual seluruh harta miliknya, tidak akan cukup untuk melunasi utangnya. Jemmy benar-benar tidak percaya dengan kejadian yang menimpanya saat itu. Ia tidak dapat mempercayai bahwa hal itu dapat terjadi atas hidupnya.

Selama satu bulan sesudah peristiwa itu, Jemmy terlihat seperti orang yang bingung. Tidak banyak bicara dan sepertinya untuk berdoa pun Jemmy sudah tidak mampu lagi. Jemmy benar-benar sudah kehilangan semangat hidupnya. Tapi Jemmy patut bersyukur karena memiliki istri yang luar biasa. Ninawati senantiasa menguatkan Jemmy dan tak pernah berhenti berdoa untuknya. Sampai pada suatu hari Jemmy menerima satu firman Tuhan dari 1 Petrus 1:6-7 yang menyadarkan Jemmy bahwa dirinya begitu berharga di mata Tuhan. Karena kalau Tuhan tidak sayang kepadanya, ia pasti akan mati terbakar juga pada saat kerusuhan itu. Hal itulah yang membuat Jemmy bangkit kembali.

Setelah berdoa, Tuhan memberikan kekuatan kepada Jemmy dan Jemmy benar-benar merasakan penyertaan Tuhan saat ia menemui para suppliernya. Dengan terus terang Jemmy mengatakan kalau dirinya saat ini terlibat utang yang sangat besar. Namun apa yang Jemmy takutkan ternyata tidak terjadi. Para suppliernya tidak menuntutnya untuk segera melunasi utangnya namun justru membuka tangan dan berniat membantu Jemmy untuk kembali bangkit di dalam usahanya. Jemmy sangat yakin dan percaya semua ini hanya karena perkenanan Tuhan di dalam hidupnya.

Hal yang luar biasa pun terjadi. Hanya dalam waktu empat bulan, Jemmy telah mempunyai tempat usaha yang baru. Toko musik baru yang jauh lebih besar, lebih mewah dan isinya lebih lengkap daripada sebelum kejadian. Utang Jemmy yang nilainya sekitar 500 juta pun dapat dilunasinya dalam waktu kurang dari tiga tahun. Peristiwa kerusuhan itu ternyata bukanlah menjadi akhir dari Chic's Music, melainkan menjadi titik awal usaha Jemmy yang semakin berkembang lebih maju lagi.

"Hal yang Tuhan ajarkan kepada saya adalah apa yang tidak mungkin bagi manusia, tapi bagi Dia tidak ada yang mustahil. Tuhan mengubahkan yang tadinya tidak bisa menjadi bisa. Saya jauh lebih dekat dengan Tuhan dan merasakan kalau saya ini begitu disayang oleh Dia. Kebaikan Tuhan itu luar biasa, tidak pernah melupakan saya. Saya benar-benar merasakan luar biasanya penyertaan Dia di dalam hidup saya," ujar Jemmy menutup kesaksiannya. (Kisah ini sudah ditayangkan 17 Desember 2007 dalam acara Solusi di SCTV).

Sumber Kesaksian:
Jemmy Suhadi/jawaban.com

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN

Read More..

Yesus Sumber Kekuatanku

Berikut ini adalah kesaksian dari Jennifer Azzi, seorang atlet Basket dari tim Utah Starzz, Amerika Serikat dengan posisinya sebagai pencetak poin. Pengalaman pertandingan basket yang diikuti oleh Jenifer adalah Olympic Champion (1996), World Bronze Medalist (Pemegang Medali Perunggu Dunia - 1994), dan World Champion (1990).

YESUS SUMBER KEKUATANKU

Pada dasarnya permainan basket telah menyerap seluruh elemen hidup saya -- baik secara fisik, mental dan terutama spiritual -- sehingga saya dapat menjadi pemain pada peringkat sekarang ini. Anda tidak dapat meninggalkan salah satu elemen tersebut untuk mencapai peringkat yang saya miliki saat ini. Anda memanfaatkan setiap hal, setiap hari dan setiap waktu yang Anda miliki untuk melakukan latihan, mengikuti perjalanan dan juga mendapatkan banyak tekanan. Saya dapat menangani dengan baik semua tantangan dan kegembiraan selama beberapa tahun terakhir ini karena kehidupan rohani saya telah bertumbuh secara dewasa. Kurang lebih 9 tahun yang lalu, saya ingin sekali mengetahui lebih banyak tentang Allah dan menjalin persekutuan dengan-Nya karena saya melihat kemunafikan dalam diri orang yang mengatakan bahwa dia mengenal Allah.

Suatu saat di musim gugur, saya memiliki kesempatan untuk melakukan perjalanan dan bertanding dengan sebuah tim yang berkomitmen untuk menceritakan kepada orang lain tentang bagaimana menjalin persekutuan dengan Allah melalui Yesus Kristus. Melalui pengalaman tersebut, saya melihat orang-orang yang memiliki kehidupan berbeda, dari sisi positif, karena iman Kristen yang mereka miliki. Saya telah memperhatikan kehidupan seperti lampu lalu lintas. Saat lampu merah menyala, lampu ini menghentikan saya kemanapun saya ingin pergi. Saya tidak pernah dapat berhenti cukup lama di suatu tempat untuk menikmati tempat tersebut. Saya selalu berpikir ada sesuatu yang hilang dalam diri saya, bahkan ketika segala sesuatu di sekitar saya tampak hebat. Perhentian-perhentian dalam hidup, menurut saya, akan menolong untuk memahami apa yang terjadi dan yang saya alami dalam hidup.

Saat saya beriman kepada Yesus Kristus, segala sesuatu dalam hidup saya diubahkan. Sekarang saya mengetahui hal apa yang terhilang dalam hidup dan saya tidak lagi kembali ke dalam kehidupan sebelum saya mengenal Kristus. Saya punya keyakinan bahwa Yesus adalah batu karangku. Dia adalah stabilitas dalam kehidupanku. Saya percaya bahwa Allah mengetahui dan memahami fokus dan situasi hidup saya. Dia sungguh-sungguh membimbing saya dan memelihara saya di waktu- waktu saya mengalami kelelahan.

Setiap hari, saya berdoa meminta kekuatan untuk setiap latihan dan pertandingan. Juga saya meminta pimpinan dan kekuatan saat pergi berjalan-jalan dan berbicara dengan anak-anak yang mengagumi para atlet. Kekuatan Allah yang diberikan kepada saya adalah suatu area dimana iman saya menjadi semakin jelas. Sekarang, jika segala sesuatu tidak berjalan sesuai dengan keinginan saya, saya mulai melihatnya melalui sudut pandang Allah dan bukan dari sudut pandangku. Cara ini membebaskan saya dari kekuatiran yang berlebihan tentang bagaimana penampilan saya dan tentang diri saya sendiri. Saya berpikir ini hanyalah sifat alami manusia saat pikiran menjadi negatif atau pikiran-pikiran cenderung mengikuti arus di sekelilingnya. Iman saya kepada Kristus benar-benar membebaskan saya dari pikiran-pikiran tersebut.

Sumber: Situs To The Next Level, bagian "Testimonies -- Basketball"
==> http://www.tothenextlevel.org
[Review tentang situs ini dapat dibaca di kolom Sumber Misi.]

Read More..

Perbedaan antara Cobaan dan Ujian

TUHAN tidak pernah mencobai tetapi dia menguji hati dan batin kita :

Pencobaan : Sesuatu yang sebelumnya kita tidak pernah ketahui, kenal dan kita tidak dapat lepas dari pencobaan itu sebab memang kita tidak tahu caranya. Namun , jikalau kita memeakai tameng kristus kita tidak akan kena pencobaan, sebab pencobaan dating dari iblis dan iblis tidak berkuasa atas kristus.


 

Ujian : sesuatu yang sudah terencana, pasti dan kita tahu/mengerti. Ujian berasal dari Tuhan, ujian sudah pasti ada, sebab ujianlah yang akan membuat kita naki ke tingkataan uang lebih tinggi. Tidak ada kata gagal dalam ujian sebab Tuhan sendirilah yang melengkapi, menyiapkan, dan juga

Read More..

Ayo tukar link

Mau Tukar Link? Copy/paste code HTML berikut ke blog anda.

ayat renungan

 

jumplah pengunjung

free counters